SAFFANAH CATERING

Berwisata kuliner bersama SAFFANAH Catering

Blog

Indahnya Fiqih Praktis Makanan

Posted by saffanah catering on October 4, 2009 at 10:19 PM

Ringkasan buku

Indahnya Fiqih Praktis Makanan


Penulis     :  Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa

Penerbit   : Pustaka Al Furqan, Cetakan :Pertama, Sya'ban 1429 H

Halaman  :  vi+99

 

Makanan mempunyai pengaruh yang dominan bagi orang yang memakannya. Makanan

yang halal dan bersih akan membentuk jiwa yang suci dan jasmani yang sehat.

Sedangkan makanan yang haram akan membentuk jiwa yang keji dan hewani.

 

Buku ini adalah buku yang perlu dan penting dibaca oleh kaum muslimin. Karena memuat kaidah kaidah praktis tentang makanan yang halal dan makanan yang haram. Sehingga kaum muslimin dapat membedakan mana yang halal dan mana yang haram. Dua hal yang menarik perhatian saya dari buku ini. Yang pertama adalah memuat kaidah praktis (yang mudah kita terapkan) tentang makanan yang halal dan makanan yang haram.Dan yang kedua adalah buku ini memuat daftar binatang yang halal dan binatang yang haram.

 

Pada ringkasan ini saya kutipkan sebagian isi dari buku tersebut dari pasal-pasal yang paling menarik untuk disimak. Semua pasalnya memang menarik, tetapi hanya saya kutipkan sebagiannya saja, dan itu pun dengan meringkasnya.Footnote tidak saya sertakan hanya dimana perlu saja.

 

MAKANAN PADA ASALNYA HALAL


Ketahuilah wahai saudaraku seiman -semoga Allah merohmatimu- bahwa asal hukum segala jenis makanan, baik dari hewan, tumbuhan, laut, maupun daratan adalah halal , sampai ada Dalil yang mengharamkannya.  Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya):

 

"Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu..." (QS.

alBaqarah: 29).

 

Allah Subhanahu wa Ta'ala  juga berfirman (yang artinya):


"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat

dibumi..." (QS. al Baqarah: 168).

 

Imam As Syafi'i berkata, "Asal hukum makanan dan minuman adalah halal kecuali

apa yang diharamkan oleh Allah dalam al Qur'an-Nya atau melalui lisan

Rasulullah, karena apa yang diharamkan oleh Rasulullah sama halnya dengan

pengharaman Allah." (al Umm 2/213).

 

Tidak boleh bagi seorang pun mengharamkan suatu makanan kecuali berlandaskan

dalil dari al-Qur'an dan hadits yang shohih. Apabila seseorang mengharamkan

tanpa dalil,  maka dia telah membuat kedustaan kepada Allah, Robb semesta

alam.Firman Nya (yang artinya):

 

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut sebut oleh lidahmu

secara dusta: 'Ini halal dan ini haram,' untuk mengada-adakan kebohongan

terhadap Allah. Sesungguhnya orang orang yang mengada-adakan kebohongan

terhadap Allah tiadalah beruntung." (QS. An Nahl: 116).

 

MAKANAN HARAM DALAM AL QUR'AN


Karena asal hukum makanan adalah halal, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala  tidak merincinya dalam al Qur'an. Lain halnya dengan makanan haram,  Allah Subhanahu wa Ta'ala telah merincinya secara detail dalam al Qur'an atau melalui lisan Rosul Nya yang mulia. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya) :

 

"Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan Nya

atasmu,kecuali yang terpaksa kamu memakannya." (QS. al An'am: 119).

 

Perincian penjelasan tentang makanan haram dapat kita temukan dalam surat al Maidah ayat 3 sebagai berikut:

 

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan)

yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang

jatuh,yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu

menyembelihnya..."(QS. al Maidah: 3).

 

Dari ayat di atas dapat kita ketahui beberapa jenis makanan haram, yaitu:

 

1.Bangkai

Pengecualian:yaitu bangkai ikan dan belalang berdasarkan hadits :

 

Dari IbnuUmar radhiyallahu'anhu berkata, "Dihalalkan untuk kita dua bangkai

dan duadarah. Adapun dua bangkai yaitu ikan dan belalang, sedangkan dua

darahyaitu hati dan limpa." (Shohih. Diriwayatkan Imam Ahmad 2/97,

dishohihkanoleh al Albani dalam ash Shohihah 1118 dan al Misykah 4132).

 

Rasulullahjuga pernah ditanya tentang air lau, maka beliau bersabda:

 

"Lautitu suci airnya dan halal bangkainya." (Shohih. Lihat Irwaul Gholil 9

dan ashShohihah 480 oleh al Albani).

 

2. Darah

    Pengecualian:

        - hati dan limpa

        - sisa sisa darah yang menempel pada daging, tulang, atau leher setelah disembelih.


SyaikhulIslam Ibnu Taimiyyah mengatakan, "Pendapat yang benar, bahwa darah yang diharamkan oleh Allah adalah darah yang mengalir. Adapun sisa darah yang menempel pada daging, maka tidak ada satu pun dari kalangan ulama yang mengharamkannya."

 

3. Daging babi

    Baik babi peliharaan maupun liar, dan mencakup seluruh anggota tubuh babi termasuk           minyaknya.

 

4. Sembelihan dengan selain nama Allah Subhanahu wa Ta'ala


5. Sembelihan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta'ala


6. Hewan yang diterkam binatang buas

 


MAKANAN HARAM DALAM AS SUNNAH


Sesungguhnya sunnah Nabi shallallahu'alaihi wa sallam yang shohih adalah

juga wahyu dari Allah. Oleh karenanya, apa yang diharamkan oleh Rosulullah

jugaberasal dari Allah, yang  wajib bagi kita untuk menerimanya.

Berikut beberapa hewan yang diharamkan oleh Rasulullah di dalam hadits-haditsnya:

 

1. Binatang buas yang bertaring

2. Khimarahliyah (keledai jinak/ keledai piaraan)

3. al-Jalalah

Maksud aljalalah yaitu setiap hewan, baik hewan berkaki empat maupun

berkakidua, yang makanan pokoknya adalah kotoran kotoran, seperti manusia

atauhewan, dan sejenisnya.

 

4. AdhDhob (hewan sejenis biawak) bagi yang merasa jijik

 

5. Hewan yangdiperintahkan agama supaya dibunuh

Dari Aisyah radhiyallahu'anhuma berkata, Rasulullah shallallahu'alaihi wa

sallam bersabda, "Lima hewan fasik yang hendaknya dibunuh, baik di tanah

halal maupun di tanah haram, yaitu ular, gagak, tikus, anjing hitam." (HR.

Muslim1190).

 

Imam Ibnu Hazm mengatakan dalam al Muhalla (6/73-74), "Setiap binatang yang

diperintahkanoleh Rasulullah supaya dibunuh, maka tidak ada sembelihan

baginya karena Rasulullah melarang menyia-nyiakan harta, dan tidak halal

membunuh binatang yang tidak dimakan."

 

6. Hewan yang dilarang untuk dibunuh

Imam As-Syafi'i dan para shahabatnya mengatakan, "Setiap hewan yang dilarang dibunuh berarti tidak boleh dimakan, karena seandainya boleh dimakan, tentu tidak akan dilarang membunuhnya."

 

Ibnu Umar radhiyallahu'anhu berkata, "Janganlah kalian membunuh katak, karena bunyi yang dikeluarkan katak adalah merupakan tasbih." (HR. al Baihaqidalam Sunan Kubro  9/318)  dengan sanad shohih).

 

HUKUM BINATANG YANG HIDUP DI DUA ALAM


Ada sebuah pertanyaan yang sering muncul sebagai berikut, "Adakah ayat Al-Qur'an atau hadits shohih yang menyatakan bahwa binatang yang hidup di dua alam hukumnya haram untuk dimakan, seperti kepiting, kura kura, anjing laut, dan kodok?"

 

Jawaban secara global: 


perlu kita ingat lagi kaidah penting tentang makanan, yaituasal segala jenis makanan adalah halal kecuali apabila ada dalil yang mengharamkannya.Dan sepanjang pengetahuan kami tidak ada dalil dari al-Qur'an dan hadits shohih yang menjelaskan tentang haramnya hewan yang hidup di dua alam (laut dan darat). Dengan demikian maka asal hukumnya adalah halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya.

 

Adapun jawaban secara terperinci:


Kepiting hukumnya halal, sebagaimana pendapat Atho' dan Imam Ahmad. Kura kura atau penyu juga halal sebagaimana madzhabAbu Hurairah, Thowus, Muhammad bin Ali, Atho', Hasan al Bashri, dan fuqohaMadinah. Anjing laut juga halal sebagaimana pendapat Imam Malik, Syafi'i,Laits, Sya'bi, dan al Auza'i. Adapun kodok atau katak, maka hukumnyaharam secara mutlak menurut pendapat yang kuat karena termasuk hewan yang dilarang dibunuh sebagaimana penjelasan di atas. Wallahu'alam.

 

PERSONALVIEW


Makanan mempunyai pengaruh yang besar bagi orang yang memakannya. Maka dari itu pilah pilih mana makanan yang halal dan mana makanan yang haram. Buku ini memberikan panduan yang praktis dan mudah diterapkan bagi kita. Termasuk masalah masalah aktual seperti pemboikotan produk orang kafir, makanan impor dari negeri kafir, dll.

 

Memang harus berhati hati agar diri kita tidak memakan makanan yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya. Makanan yang haram jelas akan membuat tertolaknya doa kita.


Sebagiamana dijelaskan dalam hadits Nabi shallallahu'alaihiwa sallam:

 

"Kemudian beliau menceritakan seorang laki laki yang telah menempuh perjalanan jauh, berambut kusut dan penuh dengan debu. Dia menadahkan kedua tangannyake langit dan berkata, 'Wahai Rabbku, Wahai Rabbku...' sedangkan makanannya haram, pakaiannya haram dan ia dikenyangkan dengan barang haram, maka bagaimana doanya akan dikabulkan?" (HR. Muslim, lihat Arbain an Nawawiyah, hadits no. 10).

 

untuk itu, kita memang harus benar benar menuntut ilmu, agar mengetahui mana

yang diharamkan dan mana yang dihalalkan oleh agama Islam.

 

Demikiansemoga bermanfaat.

 

Ringkasan buku ini dibuat oleh  Abu Isa Hasan Cilandak

Menjelang Dhuhur di Depok, 29 September 2009,

Semoga Allah menjaga kedua orang tuanya

 


Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments