SAFFANAH CATERING

Berwisata kuliner bersama SAFFANAH Catering

Blog

view:  full / summary

Titik Kritis Kehalalan Bahan Pembuat Produk Bakery dan Kue

Posted by saffanah catering on November 1, 2009 at 3:35 AM Comments comments (0)

 

Titik Kritis Kehalalan Bahan Pembuat Produk Bakery dan Kue


 

Produk bakery adalah produk makanan yang bahan utamanya adalah tepung (kebanyakan tepung terigu) dan dalam pengolahannya melibatkan proses pemanggangan. Kue sendiri ada yang dibuat melalui proses pemanggangan, ada yang tidak. Produk bakery contohnya adalah roti, biskuit, pie, pastry, dll. Dalam kehidupan sehari-hari produk bakery dan kue banyak sekali kita temui dan konsumsi. Sebagian produk ini dikemas dan informasi mengenai daftar ingredien yang digunakan dalam pembuatannya dicantumkan dalam kemasan, selain itu status kehalalannya juga bisa kita baca di kemasan yaitu adanya label atau logo halal pada produk produk yang sudah memiliki nomor pendaftaran MD (produk dalam negeri) atau ML (produk luar negeri).


Adanya label halal tentu akan memudahkan kita untuk memilih mana produk yang telah dijamin kehalalannya oleh yang berwenang. Akan tetapi, banyak juga produk bakery dan kue yang tidak dikemas sehingga informasi mengenai status kehalalan dan ingredien yang digunakannya tidak diketahui. Oleh karena itu sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui bahan bahan apa saja yang biasa digunakan dalam pembuatan kedua produk tersebut, lalu bagaimana status kehalalannya. Pengetahuan ini akan kita gunakan untuk menilai produk produk bakery dan kue yang akan kita produksi atau konsumsi, jangan sampai kita memrpoduksi atau mengkonsumsi produk yang kehalalannya diragukan atau bahkan haram.

Berikut ini akan dikemukakan berbagai jenis ingredien (bahan) utama yang biasa digunakan dalam pembuatan produk bakery dan kue lalu diulas jenis jenis variasi yang mungkin digunakan, asal usul bahan, cara pembuatan (jika diperlukan) serta status kehalalan bahan bahan tersebut. Perlu diketahui bahwa variasi jenis bahan sangat besar sekali dan segala kemungkinan akan selalu ada, oleh karena itu sekali lagi hal ini mengingatkan kepada kita agar lebih berhati-hati dalam memilih bahan pembuat produk bakery dan kue agar produk yang kita hasilkan benar-benar halal. Selain itu, tentu saja kita harus memilih produk yang kita yakini kehalalannya, baik berdasarkan kepada adanya jaminan kehalalan yang diberikan oleh badan yang berwenang juga didasarkan atas pengetahuan kita. Jika kita berada pada suatu posisi ragu-ragu dalam memilih atau mengkonsumsi suatu produk maka kita diharuskan meninggalkan produk yang kita ragukan tersebut.


Tepung Terigu

Tepung terigu adalah bahan utama dalam pembuatan produk bakery dan kue, sedangkan jenis tepung lainnya yang digunakan baik sebagai bahan utama atau sebagai bahan pensubstitusi adalah tepung rye, tepung beras, tepung jagung, dll. Tepung terigu dibuat dari biji gandum yang digiling dan diayak sehingga diperoleh tepung dengan besar partikel tertentu.

Secara garis besar ada dua jenis tepung gandum yaitu tepung gandum keras (strong flour) dan tepung gandum lunak (soft flour). Tepung gandum keras biasanya digunakan untuk membuat roti dan produk-produk yang dibuat dengan melibatkan proses fermentasi serta puff pastry. Tepung terigu lunak biasanya digunakan untuk membuat biskuit dan kue. Perbedaan utama tepung terigu keras dan tepung terigu lunak terletak pada kandungan glutennnya, dimana tepung terigu keras mengandung gluten sekitar 13% sedangkan tepung terigu lunak kandungan glutennya sekitar 8.3%. Gluten inilah yang bertanggungjawab terhadap sifat pengembangan adonan tepung terigu setelah ditambah air dan ditambah bahan pengembang atau difermentasi dengan menggunakan ragi/yeast (gist).

Pada pembuatan tepung gandum seringkali ditambahkan bahan-bahan aditif yang berfungsi untuk meningkatkan sifat-sifat tepung gandum yang dihasilkan. Salah satu bahan aditif yang dapat ditambahkan pada pembuatan tepung gandum yaitu L-sistein (biasanya dalam bentuk hidrokloridanya) yang berfungsi sebagai improving agent (meningkatkan sifat-sifat tepung gandum yang diinginkan). Sistein dapat melembutkan gluten (protein utama gandum yang berperan dalam pengembangan adonan yang dibuat dari tepung gandum), dengan demikian adonan tepung gandum menjadi lebih lembut. Disamping melembutkan, adanya sistein dapat mengakibatkan pengembangan adonan yang lebih besar.

Selain L-sistein ternyata cukup banyak bahan aditif lain yang mungkin digunakan dalam pengolahan tepung terigu. Penambahan aditif ini disamping untuk memperbaiki sifat-sifat alami tepung terigu, khususnya sifat-sifat tepung yang sesuai dengan proses pemanggangan (misalnya memendekkan waktu penanganan dengan input energi rendah), juga untuk menjaga keseragaman mutu tepung terigu serta sesuai dengan standar yang berlaku. Penambahan asam askorbat, bromat alkali atau enzim lipoksigenase dari kedele akan meningkatkan kualitas gluten tepung gandum yang lemah, misalnya pada pembuatan roti.

Dalam hal ini, adonan menjadi lebih kering, resistensi terhadap ekstensi meningkat, lebih toleran pada pencampuran dan lebih stabil selama fermentasi. Selain itu, volume adonan selama pemanggangan meningkat dan struktur crumb (bagian dalam roti) menjadi lebih baik. Penambahan enzim proteinase pada tepung terigu dapat mengakibatkan adonan yang dibuat menjadi lebih lembut. Penambahan enzim alfa-amilase dalam bentuk tepung malt atau tepung enzim hasil kerja mikroorganisme dapat meningkatkan kemampuan menghidrolisa pati yang dikandung dalam tepung terigu, dengan demikian khamir yang tumbuh pada pembuatan adonan mendapat energi yang cukup sehingga pembentukan karbon dioksida optimal dan pengembangan adonan menjadi optimal.

L-sistein yang murah yang banyak tersedia di pasaran adalah L-sistein yang dibuat dari rambut manusia, khususnya yang diproduksi di Cina.

Tentu saja karena berasal dari bagian tubuh manusia maka L-sistein ini haram sehingga tepung terigu yang menggunakan L-sistein dari rambut manusia haram hukumnya bagi umat Islam. Walaupun demikian perlu diketahui bahwa L-sistein selain dari rambut manusia, bisa juga diperoleh dari bulu unggas. Seperti diketahui rambut dan bulu banyak mengandung L-sistein. L-sistein dari bulu unggas pun masih dipertanyakan kehalalannya karena bila diperoleh pada waktu hewan masih hidup maka bsa jadi tidak diperbolehkan, jika diperoleh dari hewan yang sudah mati, mungkin masih dipertanyakan apakah matinya disembelih secara Islami? Untungnya sekarang sudah ada L-sistein yang diproduksi secara fermentasi dan boleh digunakan, hanya saja harganya memang lebih mahal. Jadi, sebetulnya tepung terigu yang ada di pasaran belum tentu haram walaupun menggunakan L-sistein, tergantung darimana L-sistein berasal. Untungnya hampir semua tepung terigu yang diproduksi didalam negeri telah mendapatkan sertifikat halal, hal ini tentunya sangat menguntungkan konsumen. Akan tetapi, kita masih perlu waspada terhadap tepung terigu impor yang masih belum mendapatkan sertifikat halal, jika ditemui tepung terigu yang belum terjamin kehalalannya (tidak ada logo halal di kemasannya) tentu harus kita hindari.

Disamping bahan aditif yang ditambahkan kedalam tepung terigu untuk maksud memperbaiki sifat tepung terigu, ada pula bahan aditif yang ditambahkan kedalam tepung terigu dengan maksud untuk memperkaya nilai gizinya. Bahan aditif yang biasa ditambahkan untuk memperkaya nilai gizi tepung terigu yaitu mineral dan vitamin. Dari segi kehalalan, yang patut diperhatikan adalah penambahan vitamin vitamin yang tidak larut dalam lemak dan mudah rusak selama penyimpanan diantaranya vitamin A. Agar vitamin A mudah larut dalam produk pangan berair (aqueous) dan agar tidak mudah rusak selama penyimpanan maka vitamin A biasanya disalut. Bahan penyalut yang digunakan selain bahan yang halal seperti berbagai jenis gum juga bahan yang diragukan kehalalannya yaitu gelatin.


Ragi/Yeast (Gist)

Dalam pembuatan roti, ragi/yeast dibutuhkan agar adonan bisa mengembang. Ragi/yeast biasanya ditambahkan setelah tepung terigu ditambah air lalu diaduk-aduk merata, setelah itu selanjutnya adonan dibiarkan beberapa waktu. Ragi/yeast sendiri sebetulnya mikroorganisme, suatu mahluk hidup berukuran kecil, biasanya dari jenis Saccharomyces cerevisiae yang digunakan dalam pembuatan roti ini. Pada kondisi air yang cukup dan adanya makanan bagi ragi/yeast, khususnya gula, maka yeast akan tumbuh dengan mengubah gula menjadi gas karbondioksida dan senyawa beraroma. Gas karbondioksida yang terbentuk kemudian ditahan oleh adonan sehingga adonan menjadi mengembang.

Secara komersial ragi/yeast dapat diperoleh dalam 3 bentuk, yaitu compressed yeast (bentuk cair dengan kandungan yeast yang padat); active dry yeast (ragi bentuk kering, perlu diaktifkan dulu sebelum digunakan) dan instant active dry yeast (ragi instan, bentuk kering yang bisa langsung digunakan, tanpa perlu diaktifkan lagi). Di super market biasanya yang tersedia adalah yang instant active dry yeast (ragi instan), bisa langsung digunakan, tinggal dimasukkan kedalam adonan.

Apapun bentuk ragi/yeast yang kita gunakan ternyata isinya tidak hanya yeast tapi juga sejumlah kecil bahan aditif apakah bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan tujuan tertentu dalam pembuatan ragi, atau juga bahan yang berasal dari media (bahan makanan yeast yang diperlukan pada waktu perbanyakan yeast) yang tersisa, atau bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan meningkatkan stabilitasnya selama penyimpanan seperti tidak menggumpal, bisa juga mengandung bahan pengisi.

Dari segi kehalalan bahan aditif inilah yang perlu dicermati kehalalannya. Pada pembuatan compressed yeast sering ditambahkan pengemulsi (emulsifier) dimana status kehalalannya adalah syubhat seperti telah banyak dibahas pada tulisan tulisan sebelumnya. Bahan aditif yang mungkin ada pada ragi instan yaitu bahan anti gumpal (anticaking agent) dimana diantara bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai anti gumpal ada yang status kehalalannya syubhat yaitu E542 (edible bone phosphate, berasal dari tulang hewan), E 570 (asam stearat) dan E572 (magnesium stearat). Asam stearat dapat berasal dari tanaman atau dari hewan, magnesium stearat dibuat dengan menggunakan bahan dasar asam stearat. Disamping gum atau dekstrin, gelatin kadang digunakan sebagai bahan pengisi pada ragi instan.

Di pasaran sudah tersedia ragi instan yang sudah dijamin kehalalannya, oleh karena itu pilihlah ragi instan yang sudah dijamin kehalalannya mengingat ragi instan pun bisa tidak halal seperti telah diuraikan diatas.


Bahan Pengembang

Bahan pengembang adalah bahan tambahan pangan yang digunakan dalam pembuatan roti dan kueh yang berfungsi untuk mengembangkan adonan supaya adonan menggelembung, bertambah volumenya, demikian juga pada saat adonan dipanggang dapat lebih mengembang. Jika bahan pengembang dicampurkan kedalam adonan maka akan terbentuk gas karbon dioksida, gas inilah yang kemudian terperangkap didalam gluten (komponen protein yang ada dalam tepung terigu) sehingga adonan menjadi mengembang karena gas yang dihasilkan semakin lama akan semakin banyak. Bahan yang biasa digunakan yang pertama disebut sebagai baking soda, yang disebut pula dengan nama soda kue, yang isi sebetulnya adalah bahan kimia yang bernama sodium bikarbonat. Bahan ini dibuat secara sintesis kimia dan tidak ada masalah dari segi kehalalannya.

Bahan pengembang jenis kedua yaitu apa yang disebut sebagai baking powder yang merupakan campuran antara sodium karbonat (baking soda) dengan asam pengembang (leavening acid). Yang bisa bertindak sebagai asam pengembang adalah umumnya garam fosfat, sodium aluminium fosfat, glukono delta lakton dan cream of tartar. Dari semua bahan-bahan ini yang tidak boleh digunakan adalah cream of tartar. Cream of tartar sebetulnya adalah garam potasium dari asam tartarat yang diperoleh sebagai hasil samping (hasil ikutan) industri wine (sejenis minuman keras), itu sebabnya mengapa bahan ini tidak boleh digunakan oleh umat Islam. Sayangnya, cream of tartar ini banyak digunakan dalam pembuatan kue, banyak tercantum di resep-resep pembuatan kue, bahkan ada dijual dalam bentuk murni cream of tartar. Oleh karena itu, hindarilah penggunaan cream of tartar, gantilah dengan jenis bahan pengembang yang lain jika dalam resep harus menggunakan cream of tartar karena bahan pengembang lain akan berfungsi sama tetapi halal.

Istilah lain dari bahan pengembang adalah bread improver atau cake improver. Di pasaran sudah ada bread improver dan cake imrpover yang sudah mendapatkan sertifikat halal seperti dapat dilihat di daftar produk halal yang ada di Jurnal Halal terbitan LPPOM MUI atau dapat pula ditemukan di www.indohalal.com.


Cake Emulsifier

Cake emulsifier adalah suatu bahan yang digunakan untuk penstabil dan pelembut adonan cake, kadang digunakan pula untuk menghemat penggunaan telur. Di pasaran bahan ini dikenal dengan nama-nama dagang seperti Ovalet, SP, Spontan 88, TBM (istilah jenis cake emulsifier dalam bahasa Jerman), dll.

Status emulsifier secara umum adalah syubhat karena bisa terbuat dari bahan nabati (tanaman) atau hewani (dari hewan) seperti telah banyak dibahas di rubrik ini sebelumnya. Disamping itu, seringkali di pasaran bahan ini dicampur dengan lemak padat, sayangnya tidak jelas jenis lemak apa yang digunakan sehingga menambah kekhawatiran dari segi kehalalannya karena lemak yang memadat pada suhu ruang biasanya adalah lemak hewani disamping lemak nabati yang dibuat dengan cara proses hidrogenisasi minyak nabati. Oleh karena itu, hindarilah cake emulsifier yang belum mendapatkan sertifikat halal. Di pasaran sudah ada cake emulsifier yang sudah mendapatkan sertifikat halal, akan tetapi istilah yang digunakan kadang bukan cake emulsifier tapi disebut bakery ingredient dan dijual dengan nama dagang yang tidak mencirikan apakah itu cake emulsifier atau bukan.

Disamping bahan-bahan diatas, ada bahan lain yang sebetulnya masuk kedalam kategori bread improver tapi oleh ibu-ibu digunakan sebagai pelembut cake, bahan tersebut adalah VX.


Dough Conditioner

Dough conditioner merupakan bahan yang berguna multifungsi, bisa melembutkan adonan, mengembangkan adonan, memperpanjang umur, dll. Itulah sebabnya dough conditioner berisi campuran berbagai jenis bahan diantaranya yaitu L-sistein, tepung kedele, asam askorbat, lemak, gula, pengawet, emulsifier dan gipsum. Karena mengandung L-sistein (dibahas pada edisi Ummi sebelumnya), lemak dan emulsifier maka status dough conditioner adalah syubhat.


Shortening

Arti sesungguhnya dari shortening adalah lemak atau campuran yang memiliki sifat plastisitas tertentu sehingga mampu membuat makanan seperti roti dan kueh menjadi lembut. Untuk tujuan tersebut maka shortening biasanya merupakan campuran lemak dimana bisa terdiri dari lemak nabati semua (biasanya yang sudah dijenuhkan), campuran lemak nabati dengan lemak hewani atau lemak ikan; bisa pula merupakan campuran lemak hewani (lemak babi, lemak sapi) saja. Oleh karena itu jelas secara umum shortening berstatus syubhat, kecuali yang sudah diketahui komposisinya dan telah dinyatakan halal oleh yang berwenang. Disamping itu, shortening yang mengandung lemak babi jelas haram. Untungnya, di Indonesia sudah banyak shortening yang diproduksi didalam negeri dan sudah mendapatkan sertifikat halal. Di dunia bakery dan kueh, istilah shortening memiliki arti lemak, minyak dan berbagai versi olahan minyak dan lemak yang digunakan sebagai ingredien dalam pembuatan adonan.

Shortening bisa mengandung bahan selain lemak dan minyak, bahan tersebut adalah perisa (flavourings), pewarna dan emulsifier. Bahan yang sama jika digunakan sebagai whipped toppings, buttercream icings, fatty coatings atau sejenisnya tidak akan disebut sebagai shortening. Fungsi shortening pada pembuatan roti dan kueh adalah memodifikasi sifat fisik dan kimia adonan sehingga bisa diolah dengan efisien. Dengan adanya shortening selama pembuatan adonan dan pemanggangan, adonan menjadi lebih bisa mengembang; shortening juga mampu melembutkan adonan sehingga roti dan kueh yang dibuat menjadi lembut. Dalam beberapa hal, adanya lemak membuat produk menjadi lebih enak dimakan karena memiliki rasa dan aroma yang khas dan enak.

Perlu diketahui bahwa perbedaan istilah lemak dan minyak terletak pada kondisi bahan pada suhu ruang, jika berbentuk padat pada suhu ruang maka disebut lemak, sebaliknya minyak pada suhu ruang berbentuk cair. Oleh karena itu yang berasal dari hewan biasanya disebut lemak (lemak babi, lemak sapi, lemak kambing, dll) karena bentuknya padat pada suhu ruang, sedangkan dari nabati (tanaman) dan ikan biasanya disebut minyak karena kebanyakan bentuknya cair pada suhu ruang.


Jenis-jenis lemak yang berasal dari hewan yaitu


1. Mentega (butter), diperoleh dari susu sapi dan status kehalalannya sudah dibahas pada edisi Ummi sebelumnya dimana telah dijelaskan ada jenis mentega yang halal, ada pula jenis mentega yang diragukan kehalalannya, diantaranya adalah mentega yang berbau wangi tajam seperti roombutter.


2. Lemak babi, dalam bahasa Inggris disebut lard, diperoleh dari babi, statusnya jelas haram.


3. Lemak sapi, dalam bahasa Inggris disebut tallow, statusnya syubhat bergantung kepada asal sapi dimana lemak ini diperoleh. Jika sapinya disembelih secara Islami maka lemak yang diperoleh dari sapi tersebut halal dan sebaliknya.


4. Lemak nabati diperoleh dari minyak nabati yang dijenuhkan, maksudnya sebagian asam lemaknya yang tadinya tidak jenuh (mengandung ikatan rangkap) dibuat menjadi jenuh dengan menggunakan proses yang disebut hidrogenisasi. Dari segi kehalalan, yang berasal dari nabati ini tidak bermasalah, kecuali ada bahan tambahan pangan yang digunakan seperti emulsifier dan pewarna. Oleh karena itu, tetap saja pilih lemak nabati yang sudah mendapatkan sertifikat halal, jika tidak kehalalannya tidak terjamin.


Lemak yang digunakan dalam pembuatan bakery dan kueh ada yang diistilahkan secara spesifik sesuai dengan tujuan penggunaannya, contohnya adalah cake margarine, ini adalah margarin yang digunakan untuk pembuatan cake walaupun dapat digunakan pula untuk pembuatan roti misalnya. Ada pula yang disebut dengan pastry margarine, ini adalah margarin yang digunakan dalam pembuatan produk pastry. Ada pula yang membagi pastry margarine menjadi dua jenis yaitu yang disebut short pastry margarine dan puff pastry margarine. Berbagai jenis lemak dapat digunakan dalam pembuatan short pastry margarine termasuk lemak babi (lard), lemak sapi (diambil oleinnya saja), minyak ikan yang dijenuhkan dan minyak nabati yang dijenuhkan.

Ada pula literatur yang menyebutkan bahwa dalam pembuatan pastry margarine sering digunakan lemak babi (lard), tentu saja hal ini terjadi di negara Barat sana karena sumber literaturnya dari Barat.

Apapun istilahnya, lemak yang digunakan dalam pembuatan produk bakery dan kueh rawan kehalalannya, dengan demikian kita harus ekstra hati-hati dalam memilih lemak untuk pembuatan produk seperti ini.

Alhamdulilah di Indonesia sudah banyak jenis jenis shortening untuk berbagai keperluan pembuatan berbagai produk bakery dan kueh yang sudah mendapatkan sertifikat halal sehingga tidak sulit untuk membuat produk yang halal asalkan kita mau mencari dan menseleksinya.

Setelah mengetahui bahan-bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan produk bakery dan kueh nyatalah kedua jenis produk ini rawan kehalalannya, oleh karena itu kita harus ekstra hati-hati dalam membeli kedua produk ini, harus yang sudah mendapatkan sertifikat halal atau berasal dari produsen yang kita percaya memproduksi makanan yang halal.


Hindarilah produk bakery dan kueh impor yang tidak dijamin kehalalannya.

Disamping itu, kita juga harus hati-hati memilih produk bakery dan kueh hasil industri dalam negeri karena ditengarai banyak menggunakan bahan-bahan yang belum jelas kehalalannya, bahan-bahan tersebut diantaranya adalah ovalet, TBM, SP, roombutter, dll, disamping jenis shortening atau lemak yang digunakan. Yang paling aman adalah lagi-lagi memilih produk yang sudah mendapatkan sertifikat halal dari badan yang berwenang di Indonesia (MUI).


Dr. Ir. Anton Apriyantono

 


Sulitnya Mencari Restoran Halal

Posted by saffanah catering on November 1, 2009 at 3:31 AM Comments comments (0)


Sulitnya Mencari Restoran Halal

 

courtesy of iconceptbiz.com


 

Sebuah restoran China mengklaim sebagai satu-satunya restoran China yang halal. Untuk memperkuat citra halalnya, pihak restoran mengundang ulama-ulama setempat untuk makan-makan di sana, dengan publikasi di media massa tentunya. Saat tim auditor LP POM MUI datang, mereka tidak menemukan tanda-tanda keharaman dari bahan-bahan yang digunakan. Namun, saat mereka turun langsung ke dapur, mereka menemukan keanehan.

Ayam-ayam yang dimasak, ternyata ayam utuh, tidak ada bekas sembelihan di lehernya. Yang ada hanya lubang bekas tusukan di leher. Ketika dikonfirmasi, ternyata ayam itu memang dibunuh dengan tusukan dan darahnya tidak dikeluarkan. “Darah itu yang membuat ayam kami menjadi lebih lezat,” jelas petugas dapur. Tentu saja pihak LP POM MUI menolak untuk memberikan sertifikat halal.


Dr. Ir. Anton Apriyantono, dosen Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB, yang juga mengisi rubrik tentang makanan halal di beberapa majalah dan tabloid, mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam memilih restoran. Beliau mensinyalir bahwa masih banyak restoran yang mengklaim halal namun sebenarnya belum diperiksa oleh tim LP POM MUI. Malah kasus restoran China di atas tidak hanya satu. Ada kasus restoran Jepang yang tidak lolos pemeriksaan halal karena menggunakan sake dan mirin dalam masakannya namun terus mengiklankan diri sebagai restoran halal.


Jenis Makanan Rawan Haram


Menurut Pak Anton, secara umum, makanan modern lebih rawan kehalalannya dibandingkan dengan makanan tradisional, karena bahan yang digunakan banyak yang impor dan berasal dari negara non muslim (khususnya bahan hewani dan turunannya). Sebagai contoh, keju yang dalam pembuatannnya menggunakan enzim renin, sosis yang selongsongnya dapat berasal dari gelatin, puding gelatin untuk makanan penutup, es krim dengan emulsifier hewani, dan sebagainya.


Secara khusus konsumen muslim harus mewaspadai masakan China karena dalam pembuatannya sering melibatkan lemak babi dan arak, baik arak putih maupun arak merah (ang ciu). Selain itu, kie kian, sejenis baso yang digunakan sebagai campuran cap cai atau mie goreng, dalam pembuatannya seringkali melibatkan lemak babi.


Masakan Jepang dalam pembuatannya sering melibatkan sake dan mirin, keduanya masuk dalam golongan khamr (minuman beralkohol yang diharamkan agama Islam) sehingga masakan seperti ini tidak diperkenankan dikonsumsi oleh umat Islam.


Makanan Barat rawan kehalalannya karena banyak menggunakan keju yang status halalnya belum jelas (syubhat). Penggunaan wine atau khamr dari perasan anggur, menjadi titik rawan, khususnya pada masakan Perancis. Selain itu masakan daging juga rawan, karena menggunakan daging impor yang belum tentu halal atau buillon (ekstrak daging) yang bisa jadi dicampur dengan daging babi.


Selain menunya, dapur dan tempat penyimpanan perlu mendapat perhatian juga. Bila restoran menyajikan menu yang terbuat dari daging babi, sementara tempat penyimpanan daging menjadi satu, dan dapur juga satu, maka terbuka kemungkinan terjadi kontaminasi.

Daging babi dalam ajaran Islam adalah najis berat. Bila peralatan kita terkena daging babi, maka harus dicuci dengan air tujuh kali, salah satunya dengan air yang kita campur tanah. Nah, bagaimana restoran dapat mengerjakan ketentuan ini ? Dengan demikian status kehalalan restoran menjadi hal yang kita ragukan (syubhat).


Restoran halal juga tidak boleh menyajikan minuman keras atau khamr. Bir, vodka, wine, sake atau apapun namanya. Ini karena adanya hadist Rasulullah saw yang melarang kita untuk duduk di tempat yang di dalamnya dihidangkan khamr.


Hal ini memberikan gambaran kepada kita, betapa minimnya pengetahuan halal sebagian pengusaha restoran. Bahkan ada seorang pengusaha keturunan, saat dijelaskan bahwa arak tidak boleh dicampurkan dalam makanan, menanggapi dengan polosnya,” Kalau diminum langsung kan nggak apa-apa ya Pak ?” Padahal, makan di restoran adalah salah satu pilihan bagi orang-orang yang tidak sempat lagi memasak sendiri. Bahkan restoran adalah pilihan banyak karyawan kantor untuk makan siang. Bagi sebagian keluarga, makan di restoran adalah satu cara untuk rekreasi dan mengenalkan berbagai rasa makanan untuk anak.

Nah, apa saja yang harus kita perhatikan sebelum masuk ke suatu restoran ? Pak Anton, begitu beliau disapa akrab, memberikan rambu-rambunya untuk kita. Menurut pakar teknologi pangan yang juga aktif dalam sosialisasi pangan halal ini, masalah yang paling utama dalam hal restoran adalah tidak adanya peraturan yang mengharuskan setiap restoran menyajikan hanya makanan halal. Juga tidak ada keharusan untuk memeriksakan kehalalan makanan yang disajikannya ke lembaga yang berwenang, yaitu LP POM MUI.


Memang itulah bila kita hidup dalam sistem pemerintahan yang sekuler. Pemerintah tidak akan mau terlalu banyak ikut campur dalam masalah yang berkaitan dengan nilai ajaran agama tertentu. Bahkan, UU Pangan yang dibuat pemerintah sempat menuai banyak kecaman dari pihak-pihak yang menghendaki negara tetap berpegang teguh pada sekuleris, hanya karena memuat aturan bahwa produsen yang mencantumkan logo halal namun terbukti tidak halal akan mendapat sanksi. Apa yang terjadi kalau dibuat aturan setiap produsen wajib memeriksakan kehalalan produknya ?


Yang menyedihkan, penentang aturan halal tersebut sebagian besar adalah kaum muslimin sendiri. Inilah pe-er kita, bagaimana kita memperbaiki pemahaman umat untuk mau berpegang teguh pada aturan-aturan agamanya. Dengan kondisi negara tidak mampu melindungi kita dari kemungkinan kita mengkonsumsi makanan tidak halal di restoran, tentu semua berpulang kembali pada diri kita. Apakah kita akan melindungi diri dan keluarga kita ? Pak Anton menyarankan, sebagai konsumen, kita harus waspada dan teliti karena jika si restoran tidak memiliki sertifikat halal, maka artinya kehalalan makanan di restoran tersebut tidak ada yang menjamin. Karena itu, pengetahuan kita harus ditingkatkan agar kita dapat memilih restoran dengan tepat.


Wow, ternyata tidak mudah ya mencari restoran halal. Namun, kita harus percaya, bahwa kesungguhan kita untuk mencari dan mendapatkan hanya makanan yang halal, Insya Allah besar pahalanya di sisi Tuhan kita.(SNI)


TIPS MEMILIH RESTORAN

1. Cari restoran yang pemiliknya jelas-jelas muslim. Kita harapkan dia punya komitmen terhadap kehalalan lebih besar dibandingkan dengan non muslim. Sekalipun begitu, tetap waspada, karena tidak semua muslim mengerti hukum halal-haram

2. Kalau bisa carilah restoran yang sudah mendapat sertifikat halal dari LP POM MUI, baik pusat maupun daerah. Jumlahnya masih terbatas, bisa kita baca di daftar restoran halal

3. Perhatikan menu makanan yang disajikan. Apakah ada yang mencurigakan ? Apakah restoran tersebut menghidangkan menu dari daging babi atau makanan dengan nama-nama mengandung kata pork, ham, dan bacon ? Apakah restoran menyediakan minuman keras seperti bir, vodka, dan sejenisnya ? Kalau ya, kita harus menghindar.

4. Tidak ada salahnya kita bertanya untuk memastikan bahwa restoran yang kita datangi tidak menyajikan makanan yang haram atau syubhat. Misalnya kita tanyakan apakah menggunakan angciu atau wine. Kalau ya, ada baiknya kita memberitahu bahwa seorang muslim diharamkan mengkonsumsinya. Tentu dengan cara yang baik, agar pihak restoran tahu dan kita harapkan mau meninggalkan penggunaan bahan-bahan yang haram atau syubhat. (Jurnal Halal LP POM MUI)


Mengenal istilah bahan

Posted by saffanah catering on November 1, 2009 at 3:24 AM Comments comments (0)

Mengenal Istilah Bahan - bahan yang Haram


 

Dalam aturan Islam, salah satu bahan yang perlu dikritisi kehalalannya adalah bahan yang berasal dari hewan. Kehalalan bahan asal hewan tidak saja ditentukan dari asal hewannya, tapi juga cara penyembelihannya. Membanjirnya produk impor ke negari kita, mengharuskan konsumen untuk lebih teliti mengenali produk-produk yang mengandung produk hewani yang jelas-jelas haram atau minimal subhat.

Berikut ini istilah bahan-bahan haram yang jamak dipakai.


Pork

Pork merupakan istilah dalam bahasa Inggris untuk daging babi. Daging babi merupakan jenis daging yang paling luas dikonsumsi di dunia. Sekitar 50 persen asupan protein hewani penduduk dunia berasal dari daging babi. Menurut data FAO tahun 2002, lima negara terbesar pengkonsumsi daging babi (dalam satuan kalori per kapita per hari) adalah Austria (352,8), Swiss (349,6), Finlandia (343,2), Cina (331,8), dan Perancis (301,6).


Bacon

Bacon merupakan istilah dalam bahasa Inggris untuk daging yang diambil dari bagian punggung, samping, atau perut babi atau dari sapi yang kemudian diasinkan (curing) atau diasapi (smoking). Bacon yang berasal dari sapi biasa disebut beef bacon. Komisi Fatwa MUI telah memutuskan untuk tidak memberi sertifikat pada produk bacon meski berasal dari sapi untuk menghindari kerancuan istilah yang dapat membingungkan konsumen.


Ham

Ham adalah istilah dalam bahasa Inggris untuk bagian paha hewan besar secara umum, akan tetapi dalam penggunaannya, istilah ini terbatas untuk paha babi. Istilah ini digunakan untuk paha babi segar maupun yang sudah diasinkan dan diasapi. Keputusan Komisi Fatwa MUI untuk penggunaan istilah ham sama halnya dengan bacon.


Lard

Lard merupakan lemak yang diolah (rendering) dari lemak babi. Sumbernya dapat berasal dari seluruh bagian babi. Kualitas terbaik lard diperoleh dari lemak yang berada di sekitar ginjal. Sedangkan kualitas terendah berasal dari lemak yang berada di sekitar usus kecil. Sebagai bahan minyak makan, penggunaannya cukup luas dalam berbagai masakan. Karena titik lelehnya lebih tinggi dari mentega, maka penggunaan lard dalam pembuatan kulit pie dapat menghasilkan produk yang lebih renyah. Selain itu lard juga digunakan dalam pembuatan jenis-jenis pastry lainnya untuk meningkatkan tekstur dan flavor yang dihasilkan. Penggunaan lainnya adalah sebagai salah satu bahan pembuatan sabun.


Suet

Suet adalah lemak sapi atau kambing yang masih mentah, khususnya lemak padat yang berasal adari daerah sekitar perut dan ginjal dan digunakan dalam pembuatan tallow.


Tallow

Tallow adalah jenis lemak yang berasal dari sepi atau kambing yang merupakan hasil pengolahan (rendering) dari suet. Tallow dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari bahan untuk memasak, makanan hewan, bahan pembuat sabun, bahan pembuat lilin, hingga penggunaannya sebagai bahan baku pembuatan biodisel dan oleochemicals lainnya.


Shortening

Shortening merupakan lemak yang berasal dari hewan, tumbuhan maupun campuran keduanya. Banyak digunakan sebagai bahan produk bakeri, dengan tujuan menghasilkan tekstur yang lembut dan renyah. Istilah vegetable shortening perlu dicermati karena menurut ketentuan FDA (Badan Pengawasan Pangan dan Obat Amerika) penggunaan campuran 80-90 persen minyak tumbuhan dengan 10-20 persen lemak hewan dalam suatu produk masih diijinkan untuk dicantumkan sebagai vegetable shortening pada labelnya.


Gelatin

Gelatin adalah bahan yang dihasilkan dari pengolahan jaringan ikat hewan (tulang dan kulit). Jenis hewan yang umum digunakan sebagai bahan baku adalah babi dan sapi serta ikan dalam jumlah kecil. Gelatin digunakan secara luas dalam produk pangan maupun obat-obatan untuk berbagai tujuan seperti bahan pembuat jeli, penstabil, pengental, pembentuk tekstur, bahan baku kapsul, dan sebagainya. Gelatin sudah mulai banyak diganti dengan bahan-bahan nabati seperti agar, pektin, konnyaku, dan jenis-jenis gum lainnya dan sering disebut sebagai vegetable gelatine.


Ir Muti Arintawati MSi, Auditor LP POM MUI.


Dibalik Empuknya Roti

Posted by saffanah catering on November 1, 2009 at 2:48 AM Comments comments (0)

Dibalik Empuknya Roti Roti kini sudah menjadi salah satu makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Bahkan di kalangan remaja dan anak-anak, posisi makanan itu telah mulai menggeser nasi sebagai sumber karbohidrat utama. Tetapi sejauh ini tidak banyak masyarakat yang mengetahui bahan dan proses pembuatan roti, sedemikian juga tidak banyak yang tahu titik kritis keharamannya. Jenis roti yang beredar saat ini sangat beragam. Secara umum roti biasanya dibedakan menjadi roti tawar dan roti manis atau roti isi. Roti tawar adalah roti yang tidak ditambahkan rasa atau isi apapun, sehingga rasanya tawar. Biasanya konsumen menambahkan sendiri isinya sesuai dengan keinginan dan selera masing-masing. Bisa diolesi margarin, ditaburi cokelat mesis, diisi keju, diolesi selai buah, diisi telur, daging, atau kombinasi dari berbagai bahan tersebut. Sedangkan roti isi, sudah ditambahkan rasa atau isi tertentu ke dalam adonan roti tersebut, sehingga konsumen tinggal menyantapnya. Isi yang biasa dimasukkan ke dalam roti ini adalah cokelat, berbagai selai buah, keju, daging, sosis, kacang, sarikaya dan sebagainya. Bahan baku utama yang digunakan untuk membuat roti adalah tepung terigu. Namun demikian tidak semua terigu bisa dipakai. Jenis terigu yang biasa dipakai untuk pembuatan roti adalah terigu dengan kandungan gluten atau protein gandum yang tinggi. Gluten ini berguna untuk mengembangkan adonan roti, sehingga roti menjadi empuk. Agar adonan roti bisa mengembang, maka ditambahkan gula, ragi roti dan soda kue. Ragi roti merupakan sejenis kapang (yeast) yang hidup dengan menggunakan gula yang ditambahkan di dalam adonan sebagai nutrisi dan menghasilkan gas. Gas inilah yang membuat adonan roti mengembang dan terbentuk rongga-rongga. Fungsi yang sama juga diberikan oleh soda kue. Namun gas dan rongga yang dihasilkan oleh soda kue ini lebih besar dan kasar, sehingga roti yang dihasilkan juga lebih kasar. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang baik biasanya dikombinasikan antara keduanya. Untuk memproduksi roti yang lembut dan enak dikunyah, biasanya juga ditambahkan lemak, berupa mentega putih atau shortening dan bahan pelembut. Shortening adalah lemak yang berbentuk padat dan berwarna putih, bisa terbuat dari lemak hewani ataupun tumbuh-tumbuhan. Sedangkan bahan pelembut yang sering digunakan dalam pembuatan roti adalah berupa campuran dari mono dan di gliserida serta berbagai asam amino. Mono dan di gliserida merupakan turunan dari lemak yang telah dipotong rantai asam lemaknya, sehingga mampu mengikat air dan lemak. Sedangkan asam amino adalah turunan dari protein yang dipotong-potong menjadi senyawa yang lebih sederhana. Misalnya asam amino sistein yang berasal dari bulu binatang, rambut manusia atau hasil dari proses fermentasi. Asam amino tersebut di dalam adonan roti menghasilkan tekstuir yang lebih lembut, sehingga lebih mudah dikunyah dan lebih enak. Titik Kritis Dari berbagai bahan yang digunakan dalam pembuatan roti, baik dalam roti adonan roti maupun isinya, ada beberapa bahan yang perlu dicermati asal-usulnya. Pertama adalah sumber lemak atau shortening yang digunakan. Bahan tersebut berasal dari lemak atau minyak, baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan. Lemak yang berasal dari hewan tentu saja mengundang kecurigaan, apakah dari hewan yang halal ataukah haram. Untuk industri roti di tanah air kemungkinan besar memang menggunakan shortening dari minyak sawit. Namun demikian, untuk roti-roti tertentu kadang-kadang juga menggunakan shortening hewani, karena bahan tersebut dapat menghasilkan roti dengan rasa yang lebih gurih dan lembut. Lemak yang berasal dari hewan bisa berupa lemak sapi (tallow), lemak babi (lard) atau lemak susu (cream). Untuk lemak babi sudah cukup jelas statusnya. Sedangkan lemak sapi, meskipun hewannya halal, tetapi jika tidak disembelih menurut aturan Islam maka lemak sapi tersebut juga akan menjadi haram. Bahan pengembang atau pelembut yang berupa turunan lemak atau asam amino juga perlu dikaji lebih lanjut, apakah bersumber dari bahan halal ataukah haram. Sebab pada kenyataannya bahan-bahan tersebut sampai saat ini masih diimpor dari negara lain. Kebanyakan dari negara-negara non muslim. Bahan yang juga perlu dicermati dari segi kehalalan adalah isi yang ditambahkan ke dalam roti. Saat ini banyak roti ditawarkan dengan berbagai isi dan rasa yang menarik. Misalnya roti isi keju, isi daging, isi sosis dan sebagainya. Bahan-bahan tersebut perlu diteliti, apakah halal ataukah tidak. Keju adalah salah satu bahan yang sering digunakan untuk isi roti. Meskipun berasal dari susu, namun proses pemisahan keju dan cairan susu (whey) menggunakan renet. Renet adalah sejenis enzim yang memecah protein, sehingga kejunya akan menggumpal dan terpisah dari cairannya. Rennet ini bisa berasal dari fermentasi (microbial rennet), lambung anak sapi atupun lambung babi. Daging yang dipakai sebagai bahan pengisi juga harus dilihat kehalalannya. Jika daging tersebut berupa daging dari hewan halal, maka perlu dilihat juga proses penyembelihannya. Selain dalam bentuk daging giling, abon juga sering dipakai untuk bahan isian roti. Dalam bentuk abon ini kehalalan daging lebih sulit dideteksi. Sebab dalam proses pembuatannya protein daging tersebut sudah mengalami perubahan bentuk yang sulit dianalisa, apakah berasal dari daging halal atau haram. Pada kenyataannya banyak juga abon daging babi yang beredar di pasar. Oleh karena itu isi abon tersebut perlu juga dicermati dengan baik. Akhirnya, boleh-boleh saja kita sarapan atau makan roti sebagai salah satu sumber gizi bagi keluarga. Akan tetapi kewaspadaan dan ketelitian dalam membeli produk tersebut perlu dijaga, agar tidak terjerumus kepada produk yang syubhat atau bahkan haram.

 

Air Kelapa, Limbah Penuh Khasiat

Posted by saffanah catering on October 5, 2009 at 9:00 AM Comments comments (0)

Air Kelapa, Limbah Penuh Khasiat - diambil dari Gizi.net –

 

Air Kelapa kerap diasumsikan sebagai limbah. Padahal, ia memiliki khasiat dan nilai gizi yang dahsyat. Contohnya, selain bisa menyegarkan dikala dahaga, air kelapa juga bisa dibuat sebagai natade coco dan kecap. Bagi masyarakat Indonesia, nata de coco masih terbilang baru. Namun, banyak orang menggemari minuman ini.Sebab, nata de coco dapat dikonsumsi sebagai minuman segar. Nata de coco dikonsumsi sebagai campuran koktail, es buah, maupun pengganti kolang-kaling.

 

Selain digunakan untuk nata de coco, air kelapa juga dimanfaatkan dalam pembuatan kecap. Dengan mencampur air kelapa, kedelai, gula merah, bawang putih, kemiri, daun salam, lengkuas, kluwak, serta natrium benzoat, kecap bisa didapat. Yang tak kalah menarik, air kelapa juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengobatantradisional dan kecantikan.

 

Sebenarnya air kelapa kaya gizi. Tidak hanya unsur makro, tetapi juga unsur mikro. Unsur makro yang terdapat pada air kelapa adalah karbon dan nitrogen. Unsur karbon dalam air kelapa berupa karbohidrat sederhana seperti glukosa, sukrosa, fruktosa, sorbitol, inositol, dan lain-lain. Unsur nitrogen berupa protein,tersusun dari asam amino, seperti alin, arginin, alanin, sistin, dan serin.Sebagai gambaran :

 

  1.  Kadar asam amino air kelapa lebih tinggi ketimbang asam amino dalam susu sapi.
  2. Mengandung Karbohidrat dan protein,
  3. Air kelapa juga mengandung unsur mikro berupa mineral yang dibutuhkan tubuh. Mineral tersebut di antaranya Kalium (K), natirum (Na),kalsium (Ca), magnesium (Mg), ferum (Fe), cuprum (Cu), fosfor (P), dan sulfur(S).
  4. Jika diteliti lagi, dalam air kelapa juga terdapat berbagai vitamin. Sebut saja vitamin C, asam nikotinat , asam pantotenat, asamfolat, biotin, riboflavin, dan sebagainya.

 

Jadijelaslah bahwa air kelapa mengandung unsur makro dan mikro yang cukup lengkap.Ramuan untuk Pengobatan Air kelapa muda selain enak diminum dalam kondisi segarjuga memiliki khasiat sebagai obat berbagai jenis penyakit. Antara lain:

 

  1. Gatal dan eksim Sediakan satu genggam beras. Rendamdalam air kelapa muda yang masih berada dalam tempurung selama 5-7 jam hinggaberas terasa asam. Setelah itu giling hingga menjadi bubur halus (tepung).Kemudian oleskan bahan tersebut pada bagian tubuh yang terkena gatal, eksim, luka,atau telapak kaki pecah. Lakukan setiap hari selama 3-4 hari
  2. Luka bakar sediakan sejumput bubuk kunyit dan airkapur sirih. Campur dengan air kelapa. Oleskan pada bagian yang terkena lukabakar, misalnya pada telapak tangan atau telapak kaki. Rasa panas pun akancepat hilang
  3. Demam berdarah minum air kelapa mudah hijau yangdicampur dengan air perasan jeruk nipis secara teratur.
  4. Cacingan pada anak berikan air kelapa muda yang diberisedikit sari jeruk sitrun kepada anak yang mengalami gangguan cacingan.
  5. Disentri penderita disentri biasanya akan merasa penatdi kaki, demam tinggi, tinja berlendir dan bercampur darah, sering buang air,urine berwarna gelap.
  6. Untuk menjernihkan urine, minumlah air kelapa hijau.Bila urine sudah normal, hentikan minum air kelapa tersebut.
  7.  Air kelapa untuk kecantikan menghilangkan jerawat, Siapkan satu gelas air kelapa campur dengan 25 gram pasta kunyit, biarkansemalam. Keesokan harinya, tambahkan ke dalam ramuan tersebut tiga sendok thebubuk cendana merah. Aduk sampai merata. Simpan selama tiga hari. Setelah itu,saring ramuan dengan menggunakan kain kasa. Simpan air perasan dalam botol.Oleskan ramuan tersebut pada wajah yang berjerawat, dua kali sehari sampaijerawat lenyap.
  8. Mencegah kerutan di wajah Untuk menghindari kerutan diwajah yang datang lebih dini, basuhlah wajah dengan air kelapa, sesering Andasuka. Mencegah uban Air kelapa hijau dicampur dengan satu sendok teh garam
  9. Gunakan untuk mencuci rambut guna mencegah tumbuhnyauban.
  10.  Meningkatkan gairah seksual campur air kelapa dengansedikit madu, lalu minum. Ramuan ini mampu merangsang pusat-pusat seksual tubuh.
  11. Membuat suara merdu minum air kelapa muda yang telah diembunkan selama satu malam.


Indahnya Fiqih Praktis Makanan

Posted by saffanah catering on October 4, 2009 at 10:19 PM Comments comments (0)

Ringkasan buku

Indahnya Fiqih Praktis Makanan


Penulis     :  Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa

Penerbit   : Pustaka Al Furqan, Cetakan :Pertama, Sya'ban 1429 H

Halaman  :  vi+99

 

Makanan mempunyai pengaruh yang dominan bagi orang yang memakannya. Makanan

yang halal dan bersih akan membentuk jiwa yang suci dan jasmani yang sehat.

Sedangkan makanan yang haram akan membentuk jiwa yang keji dan hewani.

 

Buku ini adalah buku yang perlu dan penting dibaca oleh kaum muslimin. Karena memuat kaidah kaidah praktis tentang makanan yang halal dan makanan yang haram. Sehingga kaum muslimin dapat membedakan mana yang halal dan mana yang haram. Dua hal yang menarik perhatian saya dari buku ini. Yang pertama adalah memuat kaidah praktis (yang mudah kita terapkan) tentang makanan yang halal dan makanan yang haram.Dan yang kedua adalah buku ini memuat daftar binatang yang halal dan binatang yang haram.

 

Pada ringkasan ini saya kutipkan sebagian isi dari buku tersebut dari pasal-pasal yang paling menarik untuk disimak. Semua pasalnya memang menarik, tetapi hanya saya kutipkan sebagiannya saja, dan itu pun dengan meringkasnya.Footnote tidak saya sertakan hanya dimana perlu saja.

 

MAKANAN PADA ASALNYA HALAL


Ketahuilah wahai saudaraku seiman -semoga Allah merohmatimu- bahwa asal hukum segala jenis makanan, baik dari hewan, tumbuhan, laut, maupun daratan adalah halal , sampai ada Dalil yang mengharamkannya.  Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya):

 

"Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu..." (QS.

alBaqarah: 29).

 

Allah Subhanahu wa Ta'ala  juga berfirman (yang artinya):


"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat

dibumi..." (QS. al Baqarah: 168).

 

Imam As Syafi'i berkata, "Asal hukum makanan dan minuman adalah halal kecuali

apa yang diharamkan oleh Allah dalam al Qur'an-Nya atau melalui lisan

Rasulullah, karena apa yang diharamkan oleh Rasulullah sama halnya dengan

pengharaman Allah." (al Umm 2/213).

 

Tidak boleh bagi seorang pun mengharamkan suatu makanan kecuali berlandaskan

dalil dari al-Qur'an dan hadits yang shohih. Apabila seseorang mengharamkan

tanpa dalil,  maka dia telah membuat kedustaan kepada Allah, Robb semesta

alam.Firman Nya (yang artinya):

 

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut sebut oleh lidahmu

secara dusta: 'Ini halal dan ini haram,' untuk mengada-adakan kebohongan

terhadap Allah. Sesungguhnya orang orang yang mengada-adakan kebohongan

terhadap Allah tiadalah beruntung." (QS. An Nahl: 116).

 

MAKANAN HARAM DALAM AL QUR'AN


Karena asal hukum makanan adalah halal, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala  tidak merincinya dalam al Qur'an. Lain halnya dengan makanan haram,  Allah Subhanahu wa Ta'ala telah merincinya secara detail dalam al Qur'an atau melalui lisan Rosul Nya yang mulia. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya) :

 

"Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan Nya

atasmu,kecuali yang terpaksa kamu memakannya." (QS. al An'am: 119).

 

Perincian penjelasan tentang makanan haram dapat kita temukan dalam surat al Maidah ayat 3 sebagai berikut:

 

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan)

yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang

jatuh,yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu

menyembelihnya..."(QS. al Maidah: 3).

 

Dari ayat di atas dapat kita ketahui beberapa jenis makanan haram, yaitu:

 

1.Bangkai

Pengecualian:yaitu bangkai ikan dan belalang berdasarkan hadits :

 

Dari IbnuUmar radhiyallahu'anhu berkata, "Dihalalkan untuk kita dua bangkai

dan duadarah. Adapun dua bangkai yaitu ikan dan belalang, sedangkan dua

darahyaitu hati dan limpa." (Shohih. Diriwayatkan Imam Ahmad 2/97,

dishohihkanoleh al Albani dalam ash Shohihah 1118 dan al Misykah 4132).

 

Rasulullahjuga pernah ditanya tentang air lau, maka beliau bersabda:

 

"Lautitu suci airnya dan halal bangkainya." (Shohih. Lihat Irwaul Gholil 9

dan ashShohihah 480 oleh al Albani).

 

2. Darah

    Pengecualian:

        - hati dan limpa

        - sisa sisa darah yang menempel pada daging, tulang, atau leher setelah disembelih.


SyaikhulIslam Ibnu Taimiyyah mengatakan, "Pendapat yang benar, bahwa darah yang diharamkan oleh Allah adalah darah yang mengalir. Adapun sisa darah yang menempel pada daging, maka tidak ada satu pun dari kalangan ulama yang mengharamkannya."

 

3. Daging babi

    Baik babi peliharaan maupun liar, dan mencakup seluruh anggota tubuh babi termasuk           minyaknya.

 

4. Sembelihan dengan selain nama Allah Subhanahu wa Ta'ala


5. Sembelihan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta'ala


6. Hewan yang diterkam binatang buas

 


MAKANAN HARAM DALAM AS SUNNAH


Sesungguhnya sunnah Nabi shallallahu'alaihi wa sallam yang shohih adalah

juga wahyu dari Allah. Oleh karenanya, apa yang diharamkan oleh Rosulullah

jugaberasal dari Allah, yang  wajib bagi kita untuk menerimanya.

Berikut beberapa hewan yang diharamkan oleh Rasulullah di dalam hadits-haditsnya:

 

1. Binatang buas yang bertaring

2. Khimarahliyah (keledai jinak/ keledai piaraan)

3. al-Jalalah

Maksud aljalalah yaitu setiap hewan, baik hewan berkaki empat maupun

berkakidua, yang makanan pokoknya adalah kotoran kotoran, seperti manusia

atauhewan, dan sejenisnya.

 

4. AdhDhob (hewan sejenis biawak) bagi yang merasa jijik

 

5. Hewan yangdiperintahkan agama supaya dibunuh

Dari Aisyah radhiyallahu'anhuma berkata, Rasulullah shallallahu'alaihi wa

sallam bersabda, "Lima hewan fasik yang hendaknya dibunuh, baik di tanah

halal maupun di tanah haram, yaitu ular, gagak, tikus, anjing hitam." (HR.

Muslim1190).

 

Imam Ibnu Hazm mengatakan dalam al Muhalla (6/73-74), "Setiap binatang yang

diperintahkanoleh Rasulullah supaya dibunuh, maka tidak ada sembelihan

baginya karena Rasulullah melarang menyia-nyiakan harta, dan tidak halal

membunuh binatang yang tidak dimakan."

 

6. Hewan yang dilarang untuk dibunuh

Imam As-Syafi'i dan para shahabatnya mengatakan, "Setiap hewan yang dilarang dibunuh berarti tidak boleh dimakan, karena seandainya boleh dimakan, tentu tidak akan dilarang membunuhnya."

 

Ibnu Umar radhiyallahu'anhu berkata, "Janganlah kalian membunuh katak, karena bunyi yang dikeluarkan katak adalah merupakan tasbih." (HR. al Baihaqidalam Sunan Kubro  9/318)  dengan sanad shohih).

 

HUKUM BINATANG YANG HIDUP DI DUA ALAM


Ada sebuah pertanyaan yang sering muncul sebagai berikut, "Adakah ayat Al-Qur'an atau hadits shohih yang menyatakan bahwa binatang yang hidup di dua alam hukumnya haram untuk dimakan, seperti kepiting, kura kura, anjing laut, dan kodok?"

 

Jawaban secara global: 


perlu kita ingat lagi kaidah penting tentang makanan, yaituasal segala jenis makanan adalah halal kecuali apabila ada dalil yang mengharamkannya.Dan sepanjang pengetahuan kami tidak ada dalil dari al-Qur'an dan hadits shohih yang menjelaskan tentang haramnya hewan yang hidup di dua alam (laut dan darat). Dengan demikian maka asal hukumnya adalah halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya.

 

Adapun jawaban secara terperinci:


Kepiting hukumnya halal, sebagaimana pendapat Atho' dan Imam Ahmad. Kura kura atau penyu juga halal sebagaimana madzhabAbu Hurairah, Thowus, Muhammad bin Ali, Atho', Hasan al Bashri, dan fuqohaMadinah. Anjing laut juga halal sebagaimana pendapat Imam Malik, Syafi'i,Laits, Sya'bi, dan al Auza'i. Adapun kodok atau katak, maka hukumnyaharam secara mutlak menurut pendapat yang kuat karena termasuk hewan yang dilarang dibunuh sebagaimana penjelasan di atas. Wallahu'alam.

 

PERSONALVIEW


Makanan mempunyai pengaruh yang besar bagi orang yang memakannya. Maka dari itu pilah pilih mana makanan yang halal dan mana makanan yang haram. Buku ini memberikan panduan yang praktis dan mudah diterapkan bagi kita. Termasuk masalah masalah aktual seperti pemboikotan produk orang kafir, makanan impor dari negeri kafir, dll.

 

Memang harus berhati hati agar diri kita tidak memakan makanan yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya. Makanan yang haram jelas akan membuat tertolaknya doa kita.


Sebagiamana dijelaskan dalam hadits Nabi shallallahu'alaihiwa sallam:

 

"Kemudian beliau menceritakan seorang laki laki yang telah menempuh perjalanan jauh, berambut kusut dan penuh dengan debu. Dia menadahkan kedua tangannyake langit dan berkata, 'Wahai Rabbku, Wahai Rabbku...' sedangkan makanannya haram, pakaiannya haram dan ia dikenyangkan dengan barang haram, maka bagaimana doanya akan dikabulkan?" (HR. Muslim, lihat Arbain an Nawawiyah, hadits no. 10).

 

untuk itu, kita memang harus benar benar menuntut ilmu, agar mengetahui mana

yang diharamkan dan mana yang dihalalkan oleh agama Islam.

 

Demikiansemoga bermanfaat.

 

Ringkasan buku ini dibuat oleh  Abu Isa Hasan Cilandak

Menjelang Dhuhur di Depok, 29 September 2009,

Semoga Allah menjaga kedua orang tuanya

 



Rss_feed